Jumat, 21 Mei 2010

PEDOMAN WAWANCARA DALAM BK

PEDOMAN WAWANCARA
MENURUNNYA PRESTASI SISWA
KARENA FAKTOR EKONOMI KELUARGA



Disusun oleh :
Nama : Taufik gunawan
NPM : 1108500924
Semeseter : IV D
Progdi : BK


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2 0 1 0


DESKRIPSI MASALAH

Dedi Oktasaputra adalah siswa SMP Negeri 08 Tegal, sekarang Dedi duduk dikelas IIX. Dedi tinggal bersama kedua orang tua dan adiknya, keluarga Dedi merupakan keluarga yang sederhana. Disekolah Dedi memiliki prestasi yang bagus dan baik tidak ada kendala apapun. Namun akhir-akhir ini prestasi Dedi menurun karena sekarang Dedi sedang ada masalah dengan keluarganya. Keluarga Dedi sedang menghadapi masalah ekonomi, Ayah Dedi seorang pekerja serabutan yang bekerja kalau ada yang menyuruh kalau tidak ada ayah Dedi pun tidak kerja. Jadi terkadang proses belajar Dedi pun tersendat karena biaya, seperti beli buku LKS atau biaya lainnya. Sedangkan ibu Dedi seorang ibu rumah tangga yang kasehariannya mengurus rumah dan adik Dedi, sedang Dedi merupakan anak pertama sehingga Dedi pun merasakan apa yang sedang dialami keluarganya.
Dilihat dari permasalahan yang dialami Dedi merupakan masalah ekonomi keluarga, dan kondisi tersebut berdampak pada proses belajar dan prestasi Dedi pun menurun. Dan kami pun mencari jalan keluar atau berusaha memecahkan masalah yang sedang dihadapi Dedi, dan saya dengan Dedi melakukan proses konseling. Awalnya Dedi sendiri sudah putus asa kalau dirinya tidak lama lagi akan putus sekolah. Dan saya pun menyarankan jangan mudah putus asa dan mengambil keputusan yang tidak berarti. Saya akhirnya membuka jalan keluar dari masalah tersebut antara lain :

1. Bagaimana kalau Dedi sebaiknya membantu keluarga tanpa harus putus sekolah.
2. Dedi harus dapat membagi waktu antara belajar dan mencari nafkah
3. Dengan berjualan atau bekerja dengan Ayahnya, Dedi dapat membantu keluarganya.
4. Usahakan Dedi jangan mudah putus asa dan harus bekerja keras untuk keluarga dan masa depan Dedi sendiri.

Dengan membuka jalan keluar atau solusi yang ada, pemikiran Dedi mulai berkembang dan termotivasi untuk berusaha bangkit dari keterpurukannya. Dedi berusaha untuk keluarga dan masa depannya, untuk tetap belajar dan tidak putus sekolah. Dedi pun akan memulai membantu keluarganya dengan berjualan untuk mencari nafkah atau penghasilan guna memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarga dan sekolahnya.

TAHAP-TAHAP WAWANCARA
Dari uraian proses konseling di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan konseling tidak begitu saja, tetapi ada beberapa tahap-tahap atau langkah-langkah yang dilalui dalam proses konsling tersebut.
Secara garis besar ada beberapa tahapan atau langkah-langkah dalam proses konseling. Tahap-tahap dalam proses konseling secara umum yaitu :

1. Tahap I : Pengembangan/Pembinaan Hubungan
Dalam tahap I ini konselor mempunyai inisiatif untuk mempertemukan antara konselor dengan klien, guna untuk membangun hubungan baik antara klien, mengumpulkan informasi (data) mengenai hal yang sesuai dengan indikator yang diharapkan dalam proses tahap I.
2. Tahap II : Memperdalam penggalian
Pada tahap ini merupakan tahap lanjutan dari tahap I, kemudian memilih pendekatan dan strategi secara teoritis yang sesuai, selanjutnya konselor menggali kedalaman emosi dinamika kognitif klien, merumuskan masalah, pengambilan keputusan dan mengevaluasi ulangan dari tujuan tahap I.
3. Tahap III : Menetapkan dan memecahkan masalah
Pada tahap ini konselor berbekal dari dua tahap sebelumnya. Konselor berupa untuk memfasilitasi, mendemonstrasikan, mengajarkan, menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman dalam mengembangkan perubahan. Aktivitas klien difokuskan pada pengevaluasian emosional dan dinamika positif, mencoba tingkah baru yang baik di dalam sesi konseling dan membuang atau menghilangkan sesuatu yang tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses konseling.
4. Tahap IV : Pengakhiran dan Tidak Lanjut
Tahap ini merupakan tahap untuk menutup proses konseling, dan pada tahap akhir ini juga menentukan prioritas yang akan ditindaklanjuti sesuai dengan metode yang digunakan.

Kisi-kisi Wawancara
Aspek dan Indikato
r
1. Internal
a. Penyebab turunnya prestasi belajar siswa
b. Hubungan siswa dengan lingkungan sekolah
c. Hubungan siswa dengan keluarga
2. Eksternal
a. Hubungan siswa dengan Lingkungan tempat tinggal
b. Faktor ekonomi keluarga

Proses Koseling / wawancara
Aspek Item Pertanyaan dan Item Jawaban
1. Internal
1. Apa yang kamu rasakan saat ini ? Alhamdulillah baik-baik saja pak, akan tetapi ada sesuatu yang ingin saya bicarakan pak.
2. Apa yang terjadi pada diri kamu ? Belakangan ini saya mengalami kesulitan pak untuk belajar. Karena sekarang saya sedang ada masalah pak.
3. Masalah apa yang sedang kamu hadapi saat ini ? Prestasi saya mengalami penurunan pak.
4. Kenapa akhir-akhir ini prestasi kamu mengalami penurunan? y..karena sekarang susah untuk belajar pak.
5. Hambatan apa saja bagi kamu sehingga prestasi kamu mengalami penurunan ? Hambatan saya terutama pada masalah biaya pak, biaya sekolah dan untuk beli buku. Kadang saya susah pak untuk belajar karena saya tidak mempunyai buku yang harus saya pelajari pak.
6. Apakah kamu menjalin hubungan dengan baik dengan teman sebaya kamu dilingkungan sekolah ? Kalau hubungan saya dengan teman-teman saya baik-baik saja pak.
7. Bagaimana dengan guru mata pelajaran kamu ? Dan kalau dengan guru setiap mata pelajaran juga baik-baik saja pak.
8. Apakah ada salah satu guru disekolah yang tidak kamu sukai ? Tidak ada pak semua guru yang mengajar saya suka pak dan menurut saya guru yang mengajar saya baik-baik ko pak.
9. Menurut kamu mata pelajaran apa yang paling sukar untuk dipelajari ? Kalau menurut saat pelajaran yang paling sukar dipelajari seperti matematika dan bahasa inggris, akan tetapi bila saya mempunyai bukunya saya akan mempelajarinya pak biar saya menjadi bisa dan tidak sukar untuk dipelajarinya.
10. Bagaimana hubungan kamu dengan teman maupun guru disekolah ? Hubungan saya dengan teman dan guru, saling bekerja sama dan memotivasi saya untuk belajar pak.
11. Bagaimana hubungan kamu dengan keluarga ? Kalau hubungan saya dengan keluarga juga baik-baik saja dan keluarga saya saling menyayangi pak.
12. Kamu anak yang keberapa dan berapa saudara kamu ? Saya anak yang pertama pak dari tiga bersaudara.
13. Bagaimana suasana dikeluarga kamu ? Suasana keluarga saya sangat hangat pak dan nyaman.
14. Apakah orang tua kamu selalu memberikan motivasi untuk belajar kamu ? Ya…pasti pak kedua orangtua saya selalu memberikan motivasi pak untuk beajar karena kedua orangtua saya ingin melihat saya menjadi anak yang pandai.
15. Apa yang diharapkan bagi kedua orang tua dari kamu ? Harapan dari orangtua saya selain menjadi anak yang pandai tentunya yaitu menjadi anak yang sukses.

2. Eksternal
1. bagaimana suasana tempat tinggal kamu ? Suasana tempat tinggal saya nyaman dan tentram pak, dan kebanyakan dilingkungan tempat tinggal saya anak pelajar.
2. Apakah kamu menjalin hubungan atau komunikasi dengan orang-orang disekitar lingkungan tempat tinggal kamu ? Saya menjalin hubungan dengan orang-orang disekitar lingkungan saya dengan baik pak.
3. Lingkungan tempat tinggal kamu nyaman untuk kamu belajar ? Oy..nyaman sekali pak karena dilingkungan saya banyak yang masih sekolah sehingga nyaman pak untuk belajar.
4. Apakah kamu sering bertengkar dengan orang-orang disekitar tempat tinggal kamu ? Tidak pernah pak karena saya menjalin hubungan yang baik pak dengan orang-orang sekitar.
5. Apa aktifitas sehari-hari kamu kalau dilingkungan tempat tinggal / rumah kamu ? Ya…selain belajar saya juga membantu orangtua tetapi adakala juga saya bermain.
6. Pekerjaan orang tua kamu sebagai apa ? Pekerjaan orang tua saya wiraswasta pak, atau pekerja serabutan pak bekerja kalau ada, kalau tidak ada ya menganggur dirumah. 7. Kira-kira berapa penghasilan orang tua kamu sebulan ? Ya…gak pasti pak saya juga kurang tau pak.
8. Menurut kamu cukup tidak untuk memenuhi kebutuhan keluarga kamu dengan penghasilan orang tua kamu itu ? Saya rasa cukup pak tapi ya hanya untuk makan sehari-hari.
9. Apakah ada yang membantu selain orang tua kamu untuk mencari nafkah ? Itulah pak yang menjadi hambatan bagi saya untuk belajar karena sulitnya ekonomi ke;luarga saya, tentunya orang tua saya tidak ada pak yang membantu sedang ibu saya hanya ibu rumah tangga pak.
10. Langkah apa selanjutnya untuk keluarga dan masa depan kamu ? Saya rasa, saya sebagai anak pertama saya harus memberikan contoh yang baik pak untuk adik-adik saya. Saya akan membantu kedua orangtua saya mencari nafkah sehabis pulang sekolah untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan agar saya dapat membeli buku untuk belajar.